Holding sun

Holding sun

Minggu, 08 Maret 2015

Suamiku Offshore-ers... (part 1)

Pernahkan di benak kalian terlintas bayangan berdiri berdampingan dengan seorang laki-laki yang akan meninggalkanmu tiap bulan, atau bahkan tiap minggu. Yaa... wanita memang selalu ingin dipuja dan diperhatikan, itu sudah rahasia yang umum. Namun apakah kamu, para kaum hawa mendapatkannya seutuhnya jika suamimu adalah seorang Offshore-ers??

Sekarang yang menjadi masalah utama bukanlah kekhawatiran akan pujaan dan perhatian itu, melainkan tentang kekhawatiran akan keselamatan sang suami. Kita semua tahu bahwa bekerja di laut lepas memiliki risiko yang jauuhhh lebih besar dibandingkan di darat, bahkan tingkatnya sudah mencapai super extreme risk jika diterjemahkan dalam risk level. Jika kita mengutarakan kekhawatiran kita itu pada suami kita, maka akan dijawab dengan ringan, "Alat-alat safety disana sudah banyak dan semua dijamin pasti aman,". Ya.. itu benar sayang... Tapi bagaimana dengan kondisi cuaca, angin, yang kedatangannya tidak dapat diprediksi?? Aku masih akan terus mengkhawatirkanmu sebelum melihatmu tersenyum kembali di hadapanku, sayang... (Jawaban yang klise pula..^~)

Buat kamu para wanita yang berjodoh dengan seorang Offshore-ers atau mungkin masih akan memulai perjodohan, namun bimbang karena profesinya, yukk kita coba kupas semua tentang profesi ini, dari sudut pandang wanita (lebih tepatnya istri).
  • Yakinlah bahwa semua profesi itu baik, asal HALAL
Semua profesi iu baik dan memiliki keistimewaan masing-masing. Percayalah bahwa menjadi Offshore-ers itu KEREN. Bayangkan saja, jika tidak ada Offshore-ers, bagaimana kebutuhan minyak kita terpenuhi? Sumber daya minyak kita yang melimpah butuh tangan-tangan ahli mereka untuk mengambil dan memproduksinya. Keahlian dan kemampuan mereka menjadi tumpuan banyak orang untuk bertahan hidup, banyak profesi lain yang keberlangsungannya tergantung dari Offshore-ers. Jadi, mereka sangat Keren kan,, dan mereka adalah suami kita ^^
  • Khawatir itu Sayang, Cemas itu Cinta...:D
Hujan turun dengan derasnya ditambah dengan petir yang menyambar-nyambar. Aku ambil HP, aku sms sekali dua kali tidak ada balasan, aku telepon, nomornya tidak aktif. Padahal sudah waktunya dia istirahat bekerja. Wowww... Itu yang bikin kita deg-degan, bertanya-tanya, apa yang terjadi di lautan sana? Apakah sedang hujan badai juga? Apakah suamiku baik-baik saja? Kemana dia? Apakah dia terjebak dan tidak dapat kembali ke kapal? Ya Allah,,, sungguh kondisi yang mengacaukan. Yahh.. mau tidak mau kita hanya bisa berdo'a sembari menunggu kabar darinya. Percayakan semuanya pada Sang Maha Pencipta, Insya'Allah tidak akan terjadi apa-apa. Memang ini yang membedakan profesi di laut dengan di darat, tingkat risikonya jauh lebih tinggi (seperti sudah saya sebutkan di awal). Tak apa kita khawatir dan cemas, itu hal sangat wajar, malah akan terasa aneh jika kita tak khawatir sama sekali, namun tidak lantas kita menangis sambil memohon-mohon agar dia berhenti dari pekerjaannya dan memilih bekerja saja di darat, agar kita tidak perlu lagi merasa cemas sepanjang waktu. Don't do that, karena itu bisa saja menjadi tekanan batin bagi suami. Pekerjaanya saja sudah berat, ditambah dengan istri yang terus mengomel minta dia pindah kerja, aduhh,, tambah pusinglah sang suami. Bukankah pekerjaan itu seperti seorang jodoh, kita akan merasa nyaman jika itu jodoh kita, kalau bukan ya gak bakalan betah, meskipun gajinya tinggi. Jadi, dukunglah apapun keputusan suami, apapun yang dia pilih, itu yang terbaik, bukan hanya buatnya, tapi juga buat kita, keluarganya. Bukankah waktu menikah sudah terikat janji untuk selalu bersama dalam kondisi apapun?? (meskipun aku belum menikah dan belum resmi menjadi istri seorang Offshore-ers,,hihihiii..)
  • Jangan Dengarkan Anjing yang Menggonggong 
Percayalah, ketika kamu memutuskan untuk menikah dengan Offshore-ers, akan banyak orang yang memberikan gambaran kurang baik, terutama dari orang yang berpengalaman dan mengerti bagaimana kehidupan di offshore. Ini aku dapatkan ketika aku masih bekerja di salah satu perusahaan EPC, yang memang memiliki partner perusahaan offshore. Atasanku sendiri sering berkata bahwa kehidupan offshore itu kejam, para pekerjanya (yang notabene laki-laki semua) sering disuguhi hiburan wanita sambil berpesta ketika sudah mendarat. Masuk akal juga sih, siapapun pasti bakal bosan jika tiap hari yang dilihat hanya air dan air, beda dengan kita- kita yang bisa jalan-jalan ke mall di saat bosan, karena alasan itulah mereka disuguhi hiburan tersebut agar betah bekerja. Menurut atasanku, hampir semua Offshore-ers seperti itu, apalagi di perusahaan P (tempat calon suamiku bekerja), sering ada pesta yang melibatkan wanita-wanita penghibur di dalamnya. Yahh... siapa sih yang gak was-was dengan kabar seperti itu. Langsung saja aku crosscheck ke orangnya, dia bilang tidak pernah ada pesta yang seperti itu ditempatnya bekerja, hiburannya ya PS, TV atau Gym, katanya. Ya... disini kunci utamanya adalah kepercayaan, jika kamu percaya sepenuhnya dengannya, maka jangan pedulikan orang lain. Toh, kita bisa kan mengontrolnya dari sms, telepon agar kita selalu tahu kabarnya. Selain itu, ini tugas kita sebagai istri untuk terus menjaga suami kita, jangan sampai jatuh ke tempat yang salah, jangan sampai keluar dari jalur keimanan yang selama ini dijaga. Aku yakin, jika kita percaya dengan suami kita, dan kita berikan yang terbaik, tulus mengabdi padanya, maka suami kita pun akan terjaga dan akan terus menjadi milik kita seorang. Jadi, percayalah pada suamimu, jangan pernah terbakar oleh gosip dari orang lain ^^.
  • Dia Tak Pernah ada Untukku

Ya... itulah yang akan kita alami nantinya. Saat moment-moment penting kita, mungkin saja tak ada suami yang menemani. Saat kita ulang tahun mungkin atau saat kita sakit, kita harus siap menghadapinya seorang diri. Bagaimana tidak, seorang offshore-ers tidak mungkin dapat pulang kampung sekehendak hatinya, mereka harus menunggu hingga jadwalnya pulang, itupun jika kondisi cuaca memungkinkan, kalau tidak, bisa jadi berbulan-bulan tidak pulang kampung. Kita benar-benar harus siap dan tegar menghadapi kemungkinan itu, apalagi jika nanti kita sudah memiliki anak, kita harus mampu membuat anak kitapun tegar menghadapinya. "Bunda, Ayah kok gak pulang-pulang ya?" atau "Ini ulang tahunku, aku mau Ayah disini!" atau mungkin "Hari pertama sekolah, aku mau diantar Ayah !", Mungkin nanti kita akan menghadapi hal-hal semacam itu. Sebagai Bunda, kita harus tegar dan mempersiapkan jawaban dari semua pertanyaan itu. Jangan sampai anak-anak kita berpikiran "Ayah gak sayang sama aku, Ayah gak pernah ada saat ulang tahunku", atau yang lainnya. Kita harus mampu memberikan penjelasan yang masuk akal tentang pekerjaan Ayah mereka dan membuat mereka bangga memiliki Ayah seorang offshore-ers, bukan malah sebaliknya. Bagaimana caranya?? Itu kreativitas Anda, Mom...^^ (kita akan bahas di part 2, Insya'Allah..)
  • Jadikan Liburnya Berarti
Buatlah liburan suamimu yang hanya sebentar itu memberikan kesan yang mendalam, manfaatkan waktu yang kalian punya untuk kegiatan bersama-sama. Seperti berlibur, piknik atau apapun kegemaran kalian, yang jelas jangan hanya berdiam diri di rumah yang akan membuat suamimu bosan, bahkan sampai merasa lebih enak bekerja daripada di rumah bersama keluarga. Jangan sampai!
Jika kalian tidak menyukai aktivitas di luar rumah, kalian bisa bersantai di ruang keluarga bersama-sama, sambil nonton film favorit ditemani dengan teh dan kue buatan Bunda. Sambil bercerita kejadian-kejadian seru yang dialami oleh masing-masing anggota, itu juga akan semakin membuat kesan keluarga kalian semakin kuat. Asal jangan biarkan suamimu menghabiskan hari dengan tidur atau melamun sendirian. Jadilah istri yang cerdas !
  • Kuat, Tegar, Sabar, dan Syukur
Inilah kunci utama bagi istri Offshore-ers. KUAT, karena harus mengurus segala keperluan keluarga sendiri selama suami bertugas di laut, kuat menjadi pengganti suami sendiri, seperti mengganti genting ruah yang bocor, mengganti lampu yang mati, semua itu akan menjadi tugasmu, Mom ^^. TEGAR, karena kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi esok hari. Ketika anak, keluarga, atau kita sendiri sakit, kita harus tegar menghadapinya sendiri. Bahkan mungkin ketika ada orang tua, atau keluarga yang meninggal, dan suami tak ada, kitapun harus menggantikan perannya. Mungkin olok-olok akan datang dari sebagian orang, jangan patah arang, tetap Tegar, karena itulah konsekuensimu memilih Offshore-ers.. :) SABAR, karena semua akan indah pada waktunya. Mungkin saat ini kita merasa capek, jarang mendapat perhatian suami, dan merasa hidup begitu jahat, tapi ingatlah, suatu saat kita akan menuai hasilnya. Allah tidak tidur, Dia akan membalas semua hal baik yang telah kita tanam dengan kebaikan yang berlipat ^^ SYUKUR, karena semua yang kita lalui adalah skenario Yang Maha Kuasa. Jodoh, rezeki, semua sudah dituliskan, kita tinggal menjalani dengan keikhlasan. Percayalah, kamu dipercaya menjadi istri seorang Offshore-ers karena Allah melihat kamu begitu istimewa dan Allah percaya kamu mampu menjadi wanita terbaik disampingnya dan disisi anak-anaknya :)

Katakanlah, "Wahai suamiku, aku bangga memilikimu, aku bangga dengan profesimu, dan aku akan membanggakanmu kepada semua orang, hingga mereka melihat bahwa apapun tak menghalangi cinta suci kita."

Semua yang aku tuliskan di atas adalah teori yang telah aku pelajari selama aku mengikrarkan diri menjadi istri seorang Offshore-ers. Untuk praktek yang lebih riil, kita sambung di part 2 ya, nanti, ketika aku sudah merasakan realita menjadi istri seorang Offshore-ers sesungguhnya :D. Semoga aku masih diberikan kesempatan untuk menuliskannya kembali.^^

Salam Berbagi...

22 komentar:

  1. sesuai dengan hasilnya mbak, hehe gajinya besar dan dolar

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Ada kenalan yg bekerja di offshore, malah jadi penasaran dgn seluk beluk pekerjaannya spt apa. Tulisannya sangat membantu mbak :)

    BalasHapus
  4. Ada kenalan yg bekerja di offshore, malah jadi penasaran dgn seluk beluk pekerjaannya spt apa. Tulisannya sangat membantu mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah.. Apa suami mbak bekerja di offshore juga?

      Hapus
    2. Alhamdulillah.. Apa suami mbak bekerja di offshore juga?

      Hapus
  5. Haii, kak ga diteruskan part 2 nya?

    BalasHapus
  6. Mba luluk untuk off shore worker komunikasi ke kerabat atau orng yg dicintainya zaman sekarang bs menggunakan WA?

    BalasHapus
  7. Hiks hika jadi kangen sama paksu hamil gede gini ditinggal 3 minggu coz beliau jg di offshore.. Mudah2an si debay keluar nanti pas lagi off duty ayahnya aamiin..

    BalasHapus
  8. Bnr ga sih klo yg kerja di offshore tu mw cuti hrs cari org penggantinya dl trus kita harus bayar utk org yg ngegantiin? Trus bnr ga sih klo mw cuti itu alasannya hrs nikah dl baru cutinya di acc? Trus bnr ga sih syarat biar cuti itu di acc hrs krm ktp dan norek karena alasannya gaji mereka di depositoin..sy punya kenalan dr sosmed. Apakah ini scammer?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbg saya jg dpt kenalan dri sosmed bgitu...tpi tak vc ya kerjanya dlaut mbk.jadi bingung saya.

      Hapus
    2. Iya ga bisa bc karena aturan dr perusahaan begitu.

      Hapus
    3. Itu gak benar kak,,kalo jatah cuti ya tetap dapat cuti kok..gak perlu bayar orang buat gantiin.. tenang aja kak, offshore it gak sekejam yg kita bayangin kok :)

      Hapus
  9. Hati2 mbak.,. Bisa jd itu scammer... setauku sbgai istri pekerja offshore... kalo gantiin temennya yg gaji y tetep perusahaan... cuma nnti gantian schedule aja...

    BalasHapus
  10. Minta syarat cuti untuk pekerja offshore dong bun . Aku lg deket sama cowok smpe saat ini sih gak ada yang janggal ya .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cutiny rata2 setahun bsa dapat 2x cuti kak,masing2 slama seminggu. Kalo utk kperluan mndesak spt istri melahirkan gtu bisa kok minta dispensasi,asal ada kapal buat pulang aja :)

      Hapus
  11. Terimakasih semua komennya, alhamdulillah juga jika bisa membantu :) sebenarnya saya juga sudah tidak sabar mau lanjut part 2 ^^
    Buat kakak2 yg sama2 jadi ibu offshore ers, kita sharing bareng2 yukk...

    BalasHapus
  12. Saya lagi Deket sama orang ni kak, katanya sich kerja di Offshore, trs udh vc juga, ini dia minta tolong ke aku, katanya dia mau ngajuin cuti, dan harus ada pemohonnya gitu, lah ini aku disuruh JD pemohonnya, trs minta indentitas aku, seperti KTP/KK, lah tp aku agak jangkal nich, kok aneh gitu yaa, jadi aku blm bs bantu, Krn aku msh ragu, coba dong kak jelasin, benar apa gak?

    BalasHapus
  13. Sy jg di mintain ktp, password ato sim,tuk syarat cuti, rn gk pun ya keluarga, jd sbg tmn di harapkn meno long, lngsung sy cari info ttg offshore Dan sy blokir dia

    BalasHapus